Kamis, 21 April 2011

Pelatihan Metode Baca Kitab Kuning

       Beberapa waktu yang lalu, Kementrian Agama Kota Kendari, mengadakan Pelatihan cara cepat membaca kitab kuning dengan menggunakan "Metode Tamyiz" yang disampaikan langsung oleh pembina Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu Bapak H. Zaun Fathin MM, dkk kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kubra Kendari dan diikuti oleh 80 Peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren dan Madrasah Diniyah. Metode Tamyiz ini berusaha memberikan kemudahan bagi para peserta dalam memahami terjemahan alqur'an dan kitab kuning dengan menggunakan semboyang "Anak kecil saja BISA, yang pernah kecil PASTI BISA.
       Menurut bapak H. Zaun Fathin, bahwa metode Tamyiz ini merupakan formulasi teori nahwu-shorof Quantum yang dapat mengantarakan santri dan siapapun yang dapat membaca alquran menjadi pintar tarjamah Qur'an dan Kitab Kuning dalam waktu singkat. Nahwu-shorof adalah dua disiplin ilmu yang dapat digunakan sebagai alat-sehingga dikenal sebagai ilmu alat untuk dapat menterjemahkan dan memahami alquran dan hadis dengan benar. Sebagi ilmu alat nahwu-shorof tumbuh dan berkembang sejak zaman sahabat dan tabi'in yang disusun pertama kali oleh Abu Azwad Ad-Duali atas perintah Imam Ali Karramallahu Wajhah sedangkan ilmu shorof pertama kali disusun oleh Imam Muad'z bin Muslim yaitu seorang ulama dari Kufah.

      Metode Tamyiz ini, pertama kali disusun atas perintah DR.MS.Kaban sepulang beliau dari ziarah maqam Imam syafi'i di Mesir. Agar melakukan riset, agar anak-anak Indonesia dapat meniru Imam Syafi'i yang sejak kecil di usia 10 tahun sudah dapat mengajarkan Qur'an, Hadis dan Tasir di majelis ilmu. Menurut hipotesis penulis bahwa tidaka ada anak-anak sampai 10 tahun yang hebat dan istimewa sehingga mampu menghafal dan, memahami dan mengajarkan alquran, hadis dan tafsir di majelis ilmu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar